Category Archives: Engsel

Mengatasi Pintu/Jendela Berderit

Apakah Anda sudah capek mendengar bunyi derit pintu setiap kali membuka atau menutupnya? Mengatasinya sebenarnya merupakan hal yang sangat mudah dan bila dilakukan dengan benar suara derit ini tak akan terdengar kembali hingga beberapa tahun ke depan. Alasan utama bunyi derit pada pintu adalah karena terjadinya gesekan antara buku engsel (knuckle) dengan pin engsel (pin) saat digerakkan.

bagian engsel

Gesekan terjadi bisa jadi karena beberapa hal. Pertama, karena sekrup yang mengaitkan daun engsel (wing) ke daun pintu sudah longgar. Kedua, karena sudah keringnya gemuk pelumas. Hal lain bisa jadi karena engsel pintu tersebut sudah berkarat.

Solusi yang dapat diberikan untuk penyebab pertama adalah dengan memeriksa semua engsel pada pintu Anda dan memastikan semua sekrup engsel sudah terpasang kencang pada daun pintu.

Bila penyebabnya disebabkan oleh hal kedua dan ketiga, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan melepaskan pintu terlebih dahulu dengan engsel-engselnya. Cabut pin engsel yang bermasalah. Bila pin atau buku engsel berkarat, amplaslah terlebih dahulu bagian engsel yang berkarat tersebut. Berikan lapisan tipis pelumas pada pin engsel. Harap diperhatikan untuk pelumas engsel sebaiknya jangan menggunakan minyak pelumas cair tetapi dalam bentuk gemuk pelumas (grease) yang sering digunakan pada kendaraan. Minyak pelumas cair hanya akan mengatasi bunyi derit selama beberapa minggu dan pintu akan berbunyi kembali. Sementara penggunaan gemuk pelumas bisa bertahan 1 hingga 2 tahun. Pasang kembali pin engsel pada tempatnya dan kencangkan engsel-engselnya.

Catatan: Menyesuaikan letak pin engsel pintu bermasalah akan sangat menyulitkan. Jadi sangat penting sekali untuk mencabut satu pin engsel untuk setiap pintu untuk satu kali pengerjaan. Bila telah selesai pasang kembali pin engsel tersebut pada tempatnya, baru diteruskan dengan menyelesaikan masalah pada engsel berikutnya pada daun pintu yang sama.

Mengenal Berbagai Tipe Engsel

Engsel merupakan bahan material untuk mengangkat daun pintu pada kusen dan berfungsi untuk meringankan ayunan buka tutup daun pintu. Engsel juga bisa berperan dalam fungsi tambahan lainnya seperti aspek estetika. Hal ini tergantung dari tipe engsel yang digunakan.

Engsel yang beredar di pasaran terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Pemilihan engsel yang akan dibeli biasanya tergantung dari daun pintu yang dipergunakan, apakah daun pintu panel, pintu tripleks, pintu alumunium atau pintu kaca. Semakin berat pintu seperti pintu panel, maka dibutuhkan engsel yang kuat dari jenis kuningan atau stainless steel dengan ukuran minimal 5″ serta disarankan dipasang 3 buah engsel untuk setiap daun pintu. Sebaliknya bila Anda memasang pintu kecil untuk keperluan kandang kelinci, maka Anda mungkin hanya membutuhkan engsel yang tipis dengan ukuran 2″.  Berikut rincian beberapa tipe engsel yang dapat Anda jumpai di pasaran Indonesia.

Engsel Pantat (Butt Hinges)

Photo 2(2)

Engsel pantat merupakan engsel paling umum dijumpai di pasaran. Engsel ini terbuat dari dua piringan logam yang disambung oleh cincin logam. Piringan logam yang satu dipasang di daun pintu sementara lainnya pada kusen pintu.  Engsel ini paling sederhana desainnya dan kuat serta harganya cukup murah. Rata-rata setiap daun pintu membutuhkan tiga buah engsel pantat untuk dipasangkan pada kusen pintu. Untuk daun pintu yang lebih berat bisa dibutuhkan lebih dari tiga buah engsel. Namun kelemahan dari engsel ini adalah kurang fleksibel karena tidak bisa disesuaikan lagi setelah dipasang. Selain itu pemasangan engsel ini kurang praktis karena harus membuat takikan (mortise) pada daun pintu atau kusen. Engsel ini tersedia dalam berbagai ukuran dari 13mm hingga 150mm.

Engsel Sendok (Concealed Hinge)

Engsel sendok

Engsel ini umumnya digunakan untuk pintu lemari kabinet baik untuk pintu yang bisa menutup sendiri (self closing system) atau yang menggunakan sistem penutupan perlahan (damping system). Engsel ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama adalah mangkok engsel dan lengan, sementara bagian lainnya merupakan piringan dasar tempat pemasangan bagian pertama engsel. Beberapa kelebihan yang dimiliki engsel sendok adalah pemasangannya yang mudah dan cepat, sangat fleksibel dalam arti mudah disesuaikan setelah pemasangan dengan menggunakan dua buah baut yang tersedia pada setiap engsel. Tersedia dalam dua ukuran: 25mm dan 36mm.

Engsel Piano (Continuous Hinge)

Engsel piano

Engsel ini tersedia dalam berbagai ukuran panjang. ketebalan, diameter cincin pengikat dan dapat dibeli dalam jenis kuningan ataupun baja. Sangat cocok digunakan pada pintu lemari yang tinggi di mana dibutuhkan engsel yang panjang. Engsel ini juga cocok pada pintu yang terus-menerus dipakai untuk fasilitas umum. Engsel piano membantu menyebarkan berat daun pintu secara merata pada sepanjang tinggi pintu sehingga membantu memperpanjang umur pintu serta mengurangi keperluan perbaikan engsel pintu.

Engsel Koboi (Double Action Hinge)

Photo 1(32)

Engsel koboi umumnya dijumpai pada tempat-tempat bisnis seperti restoran di mana daun pintu perlu diayunkan dua arah. Engsel koboi berguna untuk mengayunkan daun pintu dengan jangkauan gerak pintu yang penuh dan berfungsi untuk menutup pintu dengan menggunakan tekanan per di dalam. Engsel ini dapat disesuaikan untuk berbagai gaya (tegangan) penutupan dan dapat dipasang pada pintu tanpa ditakik. Rata-rata setiap daun pintu membutuhkan dua buah engsel koboi.

Engsel Patrom (H)

Photo 2(3)

Engsel patrom (H) sesuai dengan namanya berbentuk seperti huruf H dan dipasang pada pintu yang rata dengan dinding lemari atau tembok (flush mount doors). Tersedia dalam berbagai ukuran. Engsel patrom yang kecil (3-4″) cenderung digunakan pada lemari kabinet sementara engsel yang lebih besar (6-7″) digunakan pada pintu besar atau pintu lemari pakaian.

Engsel Bubut (Barrel Hinges)

Photo 1(33)

Engsel bubut merupakan engsel yang terdiri tabung (barrel) yang berlubang di tengah silinder untuk menempatkan poros (pivot) sebagai inti gerakan putaran engsel. Engsel bubut umumnya harus dilas bila dipergunakan pada pintu besi atau bila dipergunakan pada pintu kayu biasanya telah tersedia plat dengan lubang sekrup untuk mengencangkannya pada kusen atau pintu.

Sumber artikel dan gambar: dari berbagai sumber.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.