Tag Archives: genteng aspal

Tips Membeli Genteng Rumah

Genteng merupakan salah satu jenis penutup atap rumah yang paling umum digunakan di Indonesia. Genteng seperti penutup atap lainnya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan. Selain itu tampilan genteng menjadi hal yang penting dalam membantu penampilan aksen sebuah rumah. Dengan mengetahui jenis genteng beserta kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Anda dapat memilih genteng yang tepat untuk rumah Anda. Pemilihan jenis dan warna genteng yang tepat tentunya akan menambah estetika rumah tersebut. Berikut akan kami uraikan beberapa jenis genteng yang umum dipakai dengan penerapannya serta kelebihan dan kekurangannnya.

Genteng

Genteng Plentong

Genteng ini terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar dengan suhu tinggi. Tiap meter persegi atap membutuhkan kurang lebih 25 buah genteng. Berat genteng plentong per buah kurang lebih 1,5kg. Genteng ini merupakan genteng yang paling umum dijumpai di rumah-rumah pemukiman penduduk di Jawa. Genteng ini cocok bila Anda memiliki anggaran keuangan yang ketat karena harganya yang relatif murah, tetapi karena mudah berlumut ada baiknya genteng ini dicat terlebih dahulu.

Kelebihan genteng plentong adalah:

  1. Harganya yang murah (Rp 1.500/bh)
  2. Beban yang ringan sehingga meminimalkan beban atap.

Sementara kekurangan atap ini adalah

  1. Mudah berlumut atau berjamur. Tetapi saat ini telah banyak tersedia genteng plentong yang berglasur untuk menghindari tumbuhnya lumut ketika cuaca hujan.
  2. Kurang kuat dipijak.

Genteng Kodok

Seperti genteng plentong, genteng kodok juga berbahan dasar tanah liat. Nama kodok berasal dari bentuk bidang melingkar di bagian depan genteng yang menyerupai kodok. Berat genteng kodok kurang lebih 1,75kg per buah dan setiap meter persegi membutuhkan 21-25 buah. Seperti genteng plentong, genteng ini juga sangat umum dijumpai di rumah pemukiman serta cocok untuk yang memiliki anggaran keuangan ketat.

Kelebihan genteng kodok adalah:

  1. Harganya relatif murah
  2. Berat yang ringan sehingga meminimalkan beban atap.
  3. Memiliki kuat tekan sehingga dapat diinjak.

Sementara kekurangannya adalah:

  1. Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga hasilnya rapi karena akan mempengaruhi peletakan genteng.
  2. Mudah berlumut atau berjamur bila tidak dicat atau diglasur
  3. Menggunakan pola pemasangan zig-zag dengan sistem sambungan interlock yaitu adanya celah untuk mengaitkan genteng yang satu dengan lainnya.

Genteng Keramik

Genteng keramik terbuat dari bahan keramik dengan proses pewarnaan saat pembakaran sehingga warna yang dihasilkan lebih meresap dan tahan lama. Ukuran genteng berdimensi 31×32 cm dengan berat 3 hingga 3,5 kg per buahnya. Genteng ini cocok digunakan untuk rumah jenis apa saja dari tropis, modern, mediterania atau rumah bergaya klasik. Dengan harga yang berkisar 3-4 kali lipat dari harga genteng plentong/kodok, Anda perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar. Namun dengan kelebihan yang ditawarkan oleh genteng keramik, kepuasan yang didapatkan akan lebih tinggi.

Kelebihan genteng jenis ini adalah:

  1. Lebih tahan lama
  2. Kuat menahan beban manusia jika diinjak pada saat pemasangan atau mengganti genteng.
  3. Warnanya tahan lama karena diproses pada saat pembakaran keramik dan tidak perlu pengecatan ulang. Cocok digunakan untuk daerah tropis yang sering mengalami pergantian cuaca antara hujan dan panas yang dapat menyebabkan warna cepat memudar.
  4. Menggunakan sistem interlock.
  5. Cocok untuk rumah dengan gaya apa pun, cukup dengan memilih warna yang sesuai dengan warna tembok sehingga tercipta komposisi yang tepat.

Kekurangannya adalah:

  1. Diperlukan ketelitian ketika memasang agar didapatkan kerapatan yang baik sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah.
  2. Kemiringan atap minimum 30 derajat agar air hujan dapat mengalir sempurna dan genteng tidak terlepas ketika diterpa angin. Jika dipasang pada sudut kemiringan 45-60 derajat, perlu bantuan baut ketika memasang agar genteng tidak terlepas dan lebih kuat.

Genteng Beton

Genteng ini terbuat dari beton yaitu campuran pasir, semen, kerikil dan bahan aditif. Bentuknya ada yang bergelombang dan ada juga yang datar. Bentuk datar muncul seiring dengan gaya arsitektur rumah yang modern dan minimalis sehingga perlu adanya penyesuaian bentuk atap yang lebih sederhana. Harga genteng beton saat ini berkisar Rp 2000 per buah. Berat genteng beton berkisar 4-5kg per buah dengan dimensi ukuran bervariasi dengan panjang minimum 30cm dan lebar 15 cm.

Kelebihan genteng beton:

  1. Kuat dan tahan lama
  2. Daya tahan terhadap tekanan tinggi sehingga tidak mudah goyah oleh terpaan angin.

Kekurangannya:

  1. Memiliki tekstur kasar.
  2. Mudah timbul lumut pada permukaannya.
  3. Berat sehingga menimbulkan beban yang tinggi pada rangka atap.

Genteng Metal

Genteng metal terbuat dari pelat baja galvanis, yaitu bahan baja yang dilapisi metal zincalume. Genteng jenis ini cocok dipasang di kuda-kuda dengan rangka baja ringan karena bobotnya yang ringan sehingga mengurangi beban rangka atap dan menghemat biaya konstruksi. Genteng metal saat ini tersedia dengan berbagai macam ukuran, warna dan bentuk dengan berat rata-rata 1,6 kg per meter persegi.

Kelebihan-kelebihan genteng metal:

  1. Mudah dan cepat dipasang sehingga lebih efisien dibandingkan pemasangan genteng biasa.
  2. Hemat material karena memiliki bentang yang lebih lebar.
  3. Dilapisi bahan antikarat.
  4. Menggunakan bahan anti pecah sehingga tidak perlu kuatir bocor.
  5. Adanya teknologi baru yang membuat genteng metal tidak menimbulkan panas serta tidak mudah terbakar.
  6. Terdapat lapisan anti lumut sehingga tidak diperlukan pengecatan ulang.

Kekurangannya:

  1. Bunyi berisik saat hujan
  2. Pemasangan yang tidak rapi akan mengurangi keindahannya.

Genteng Aspal

Genteng ini terbuat dari bahan bubuk kertas, serat organik, resin serta aspal. Material tersebut diolah sehingga menghasilkan genteng yang ringan, lentur serta tahan air.

Kelebihan genteng aspal:

  1. Berat yang ringan 10,5kg per meter persegi.
  2. Bisa mengikuti berbagai macam bentuk atap dengan kemiringan bervariasi dari 22,5 hingga 90 derajat.
  3. Mudah dan praktis pemasangannya karena pada aksesorisnya tidak menggunakan semen sehingga tidak akan terjadi retak rambut yang bisa menimbulkan kebocoran atau rembesan.
  4. Tahan api dan terpaan angin.
  5. Dilindungi lapisan anti jamur dan anti pudar.

Kekurangannya:

  1. Harga relatif mahal.

Sumber tulisan: Panduan Praktis Menghitung Biaya Membangun Rumah, Yanto Irawan, ST, et al. 2012, Kawan Pustaka.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.