Tag Archives: tahan api

Bahan Material Dinding (Bagian Ketiga: Bata Ringan)

Dinding bata ringan merupakan dinding dengan menggunakan teknologi aerasi. Produk ini dikembangkan oleh Joseph Hebel di Jerman pada tahun 1943 dan mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1995. Bata ringan dibuat dari bahan baku pasir kuarsa, kapur, semen, dan bahan pengembang yang dikategorikan sebagai bahan-bahan untuk beton ringan. Pasir kuarsa digiling dalam ball mill hingga tercapai ukuran butiran yang dibutuhkan. Bahan baku yang telah dicampur air dan bahan pengembang ditimbang dan diukur dalam mesin pencampur hingga menjadi adonan. Adonan tersebut kemudian dituang ke dalam cetakan baja.

Melalui proses kimia tercipta gas hidrogen yang membuat adonan mengembang membentuk jutaan pori-pori kecil yang membuat bata ini menjadi ringan. Proses akhirnya adalah memanggang bata dalam oven bertekanan tinggi yang disebut autoclave chamber dengan uap panas hingga suhu 183 derajat Celcius.

Bata jenis ini memiliki berat lebih ringan dan permukaan yang lebih halus. Dinding dari bata ringan bisa langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu. Bahan yang digunakan untuk acian adalah semen instan atau semen khusus. Bata ringan memiliki ukuran 60x20cm dengan ketebalan 7,5 dan 10 cm.

Perhitungan dinding bata ringan untuk 1 meter kubik adalah semen instan 11,43 kg, bata ringan 8 buah dan air 0,15 liter.

Kelebihan bata ringan:

  1. Hemat waktu. Ukurannya yang besar dan akurat mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan hasil rapi.
  2. Rangka beton pengaku lebih luas antara 9-12 meter kubik.
  3. Mempunyai sifat kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  4. Lebih ringan sehingga mengurangi beban konstruksi.
  5. Tahan api. Konduktivitas termal yang sangat rendah membuatnya tahan api dan mengurangi risiko kebakaran.
  6. Kedap suara. Mampu meredam suara sehingga dapat memberi kenyamanan lebih serta lebih efektif sebagai dinding pemisah antar ruangan.

Kekurangan bata ringan:

  1. Dari segi bahan, harganya relatif lebih mahal, karena untuk hasil yang terbaik sebaiknya menggunakan semen instan yang tergolong cukup mahal.
  2. Karena tergolong jenis baru, tidak semua tukang pernah memasang bata ringan.

Sumber tulisan: Panduan Praktis: Menghitung Biaya Membangun Rumah, Yanto Irawan, dkk, 2012, Kawan Pustaka.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.