Lantai Keramik Kopong dan Cara Mengatasinya

Mungkin anda pernah mengalami salah satu keramik lantai berbunyi agak berbeda dengan keramik lainnya pada saat dipijak. Bunyi tersebut akan semakin jelas bila anda mencoba mengetuk keramik tersebut dengan jari tangan. Bunyi yang dihasilkan biasanya lebih nyaring karena ruang lapisan di bawah keramik tersebut kosong. Masalah inilah yang disebut dengan keramik kopong.

Keramik kopong bisa membawa masalah nantinya yaitu bila terjadi pemuaian udara di rongga tersebut, keramik bisa terangkat dan pecah. Kopongnya keramik dapat disebabkan oleh kesalahan pada saat pemasangan dan pemberian nat pada keramik atau adukan yang berada di bawah keramik kurang merata sehingga terjadi rongga di bagian tersebut. Berdasarkan penyebabnya, maka ada dua solusi mengatasi keramik kopong.

Solusi untuk mengatasi keramik kopong yang disebabkan oleh nat keramik adalah sebagai berikut:

  1. Kerok nat keramik yang lama dengan kape.
  2. Pastikan anda menggunakan nat keramik yang mengandung silikon dan lateks sehingga lebih fleksibel dan kedap air. Jangan menggunakan semen warna karena semen ini sifatnya keras dan getas sehingga mudah retak dan pecah jika terjadi pemuaian keramik.
  3. Tuang bahan pengisi nat yang dibuat lebih cair dari standar petunjuk yang tertera pada label kemasan.
  4. Masukkan ke dalam rongga nat sedikit demi sedikit hingga terisi penuh.
  5. Biarkan hingga bahan pengisi nat kering
  6. Bersihkan sisa-sia bahan nat dengan menggunakan busa atau kain.

Sementara solusi untuk mengatasi keramik kopong karena terjadinya rongga di bawah keramik adalah dengan melakukan pembongkaran keramik. Untuk membongkar keping keramik yang telah merekat erat, bersihkan atau buang pengisi nat yang melingkari keping keramik. Kemudian hancurkan keping keramik menggunakan pemotong keramik atau dengan memukul-mukulnya dengan palu. Bersihkan pecahan-pecahan itu, dan buat perekat lama. Selanjutnya, ulangi proses pemasangan keramik seperti saat pertama kali memasang.

Sumber literatur: Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang, Danang Kusjuliadi, 2002, Griya Kreasi.

Tagged: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: