Bahan Material Dinding (Bagian Pertama: Bata Merah)

Anda sudah merencanakan membangun rumah tetapi masih bingung bahan material apa yang akan dipakai untuk pembentuk dinding? Saat ini dengan semakin beragamnya material pembentuk dinding, hal ini membuat kita perlu mempelajari secara rinci kelebihan dan kekurangan dari masing-masing material.

Dengan menetapkan jenis rumah apa yang akan dihuni serta fungsinya yang seperti apa, Anda bisa memilih apakah material dindingnya terbuat dari batu bata, kayu, bambu atau papan fiber semen. Berikut ini akan diuraikan kelebihan dan kekurangan setiap bahan pembentuk dinding.

Batu Bata Merah

Bata merupakan bahan pembentuk dinding yang paling banyak digunakan pada rumah tinggal. Ukuran bata merah yang ada di pasaran saat ini umumnya memiliki ketebalan 3-5 cm, lebar 7-11 cm, dan panjang 17-22 cm. Dalam pemasangan bata merah, perbandingan adukan semen dan pasir untuk dinding tidak kedap air adalah 1:4 atau 1:5 (artinya 1 takaran semen dicampur dengan 4 atau 5 takaran pasir).

Kelebihan pemakaian bata merah adalah:

  1. Memiliki sifat kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok.
  2. Kuat dan lebih tahan lama.
  3. Keretakan relatif jarang ditemui kecuali terjadi bencana alam (gempa bumi atau tanah longsor)
  4. Memberikan suhu yang tepat pada ruangan (terlebih pada iklim tropis). Pada cuaca panas, material bata merah akan mereduksi panas sehingga suhu ruangan lebih sejuk. Pada saat angin atau hujan, dinding bata tidak terlalu berpengaruh pada suhu ruang.

Sementara kekurangan dari bata merah adalah:

  1. Jika dibandingkan dengan bata ringan atau batako press semen, bata merah lebih mahal sehingga biaya yang dikeluarkan lebih tinggi mengingat proses pembuatan yang masih manual dan diperlukan tanah liat khusus agar menghasilkan bata merah yang baik.
  2. Waktu pemasangan relatif lebih lama dibandingkan dengan material pembentuk dinding lainnya sehingga kurang efisien karena membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama dan biaya pemasangan yang lebih besar.

Bersambung

Sumber tulisan: Panduan Praktis Menghitung Biaya Membangun Rumah, Irawan Y, ST, dkk, Kawan Pustaka, 2012

Tagged: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: