Arsip Kategori: Tips Perbaikan Rumah

Mengatasi Masalah pada Plafon Papan Semen

Bila kita perhatikan dengan seksama, plafon sebagian besar rumah saat ini bila tidak berupa papan gypsum pasti menggunakan papan semen seperti Versaboard, GRC board, Kalsiboard ataupun berbagai papan semen merk lainnya. Papan semen yang semakin umum dipakai sebagai plafon rumah ini tak terlepas dari beberapa keunggulannya bila dibandingkan dengan tripleks maupun papan gypsum seperti:

  1. Harga yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan daripada tripleks.
  2. Lebih tahan air dan rayap dibandingkan papan gypsum.
  3. Bisa dipergunakan untuk pemasangan plafon dengan sistem sambungan nat terbuka (menghasilkan tampilan pola keramik/kisi-kisi pada plafon) atau sambungan nat tertutup (menampilkan plafon yang mulus tanpa sambungan seperti papan gypsum).

Kendati demikian, ada dua masalah utama yang dapat muncul dalam pemasangan plafon dengan papan semen. Masalah tersebut terjadi umumnya karena kurangnya pengetahuan tukang dalam pemasangan papan semen. Berikut akan saya paparkan kedua masalah tersebut dan cara mengatasinya.

RETAK SAMBUNGAN NAT PAPAN SEMEN

Ini merupakan masalah yang paling umum dijumpai dalam pemasangan papan semen. Penyebabnya penggunaan kompon gypsum (cornice compound) sebagai pengisi sambungan nat yang tentu saja tidak dapat menyatu dengan papan semen dan mudah retak setelah kompon mengering. Pergunakanlah kompon yang telah disediakan oleh masing-masing produsen khusus untuk papan semen yang mereka produksi seperti Compound Versa untuk Versaboard, Compound A+B untuk GRC board. Anda juga bisa menggunakan produk seperti Join-X yang dapat diaplikasikan untuk segala jenis papan semen.

Join-X

Saya akan jelaskan sekilas cara pemakaian produk Join-X untuk pengisi sambungan nat papan semen.

  • Campurkan Join-X A dan B dengan perbandingan 1:1 sesuai kebutuhan, aduk campuran dan teteskan sedikit air sampai merata
  • Aplikasikan campuran Join-X yang sudah homogen secara tidak berlebihan.
  • Campuran Join-X baik digunakan sebelum 30 menit.
  • Masa kering sentuh tangan kurang lebih 45 menit.
  • Masa kering sempurna kurang lebih 8 jam.
  • Aplikasi pengecatan dan finishing dilakukan setelah masa kering sempurna.

PECAHNYA SUDUT LEMBARAN PAPAN SEMEN

Pemakuan Versa

Perhatikan gambar di atas tentang cara memaku atau memasang sekrup yang benar untuk mengatasi masalah pecahnya sudut lembaran papan semen. Jangan lupa untuk menggunakan paku dan sekrup khusus papan semen. Paku papan semen mesti berkepala lebar dan memiliki drat pada batangan di bawah kepala paku untuk mengikat papan semen lebih kuat. Sementara sekrup papan semen memiliki ciri berupa 4 garis tonjolan di bawah kepala sekrup yang berfungsi sama seperti drat pada paku yaitu agar papan semen terikat lebih kokoh. 

Iklan

Info Produk: AM 50

AM-50

Pernahkan anda mengalami nat keramik anda bernoda hitam, terutama pada area yang lembab dan basah? Salah satu penyebab noda hitam tersebut adalah jamur yang tumbuh pada permukaan nat keramik anda. Nat keramik yang lembab merupakan tempat yang ideal untuk berkembangnya jamur seperti black mold (Aspergillus Niger).

Selain sulit dibersihkan dan mengurangi estetika, tumbuhnya jamur ini juga mengakibatkan area tersebut menjadi tidak higienis dan tanpa disadari menjadi sumber penyakit dan bau tidak sedap.

AM 50 dengan MICROBAN® dapat mengatasi masalah tumbuhnya jamur (black mold) sehingga memberikan perlindungan secara terus menerus dan tidak akan hilang walaupun sering dibersihkan.

AM 50 juga memiliki warna yang tahan terhadap sinar UV, halus dan sangat tepat digunakan pada area terpendam, basah, lembab maupun kering. Diperkuat dengan POLYMERIC BINDER™, sehingga menghasilkan pengisi nat yang memiliki daya rekat kuat dan tidak retak.

KEUNTUNGAN MEMAKAI AM 50

  1. Higienis. Mengandung MICROBAN®  untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  2. Fleksibel. Mampu mengikuti muai susut keramik sehingga tidak retak.
  3. Daya rekat tinggi. Tidak mudah retak karena mengandung POLYMERIC BINDER™.
  4. Tahan sinar UV. Membuat warna tahan lama dan tidak pudar.
  5. Halus. Dapat digunakan untuk mengisi celah nat antara 1-4mm.
  6. Homogen. Proses pencampuran yang sempurna, sehingga menghasilkan warna yang homogen dan konsisten.
  7. Praktis. Siap pakai, cukup dicampur dengan air atau AM 54 – Cairan penguat pengisi nat dan siap untuk diaplikasikan.
  8. Beraneka ragam pilihan warna. Cocok digunakan untuk semua jenis warna dan corak keramik.

CARA PENGGUNAAN

TAHAP PERSIAPAN

  1. Sebaiknya aplikasi pengisi nat dilakukan setelah semen atau mortar perekat keramik mengeras, sesuai dengan petunjuk produk masing-masing (minimal 24 jam).
  2. Semen atau mortar perekat keramik yang berlebihan di celah nat harus dibersihkan.
  3. Pastikan celah nat bersih dan tidak berdebu.
  4. Lembabkan celah nat dengan spon atau kain basah sebelum aplikasi (terutama untuk keramik yang porous atau kondisi lapangan yang panas).

TAHAP PENCAMPURAN

  1. Rasio pencampuran menurut berat (330 ml air/1 kg AM 50) atau volume (1 bagian air/ 2,5 bagian bubuk). Komposisi air yang berlebihan dapat membuat nat menjadi rapuh.
  2. Tuangkan bubuk AM 50 sedikit demi sedikit ke dalam wadah pencampuran yang sudah terisi air bersih.
  3. Aduk hingga rata dan berbentuk pasta.
  4. Diamkan selama 5 menit agar polimer bereaksi dengan sempurna.
  5. Disarankan untuk membuat adukan secukupnya agar setiap adukan habis terpakai dalam waktu 60 menit.

TAHAP APLIKASI

  1. Ulangi pengadukan sebelum aplikasi.
  2. Isilah celah nat menggunakan trowel karet dengan arah diagonal. Pastikan celah nat terisi dengan padat dan rata.
  3. Bersihkan sisa bahan pengisi nat yang terdapat pada permukaan keramik dan jangan digunakan kembali.
  4. Dalam keadaan setengah kering, tekanlah pengisi nat dengan menggunakan perata nat agar menghasilkan nat yang padat dan sempurna.
  5. Pembersihan sebaiknya dilakukan segera setelah aplikasi (10-20 menit), sebelum sisa pengisi nat mengering di permukaan keramik.
  6. Hindari pembersih ubin yang mengandung kadar asam yang tinggi.

TAHAP PENGERINGAN

  1. Lantai dapat dilalui setelah 24 jam.
  2. Untuk hasil terbaik pada area terendam (kolam dan bak air), pengisian air dapat dilakukan setelah 7 hari dari aplikasi pengisian nat).

 

Mengatasi Pintu/Jendela Berderit

Apakah Anda sudah capek mendengar bunyi derit pintu setiap kali membuka atau menutupnya? Mengatasinya sebenarnya merupakan hal yang sangat mudah dan bila dilakukan dengan benar suara derit ini tak akan terdengar kembali hingga beberapa tahun ke depan. Alasan utama bunyi derit pada pintu adalah karena terjadinya gesekan antara buku engsel (knuckle) dengan pin engsel (pin) saat digerakkan.

bagian engsel

Gesekan terjadi bisa jadi karena beberapa hal. Pertama, karena sekrup yang mengaitkan daun engsel (wing) ke daun pintu sudah longgar. Kedua, karena sudah keringnya gemuk pelumas. Hal lain bisa jadi karena engsel pintu tersebut sudah berkarat.

Solusi yang dapat diberikan untuk penyebab pertama adalah dengan memeriksa semua engsel pada pintu Anda dan memastikan semua sekrup engsel sudah terpasang kencang pada daun pintu.

Bila penyebabnya disebabkan oleh hal kedua dan ketiga, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan melepaskan pintu terlebih dahulu dengan engsel-engselnya. Cabut pin engsel yang bermasalah. Bila pin atau buku engsel berkarat, amplaslah terlebih dahulu bagian engsel yang berkarat tersebut. Berikan lapisan tipis pelumas pada pin engsel. Harap diperhatikan untuk pelumas engsel sebaiknya jangan menggunakan minyak pelumas cair tetapi dalam bentuk gemuk pelumas (grease) yang sering digunakan pada kendaraan. Minyak pelumas cair hanya akan mengatasi bunyi derit selama beberapa minggu dan pintu akan berbunyi kembali. Sementara penggunaan gemuk pelumas bisa bertahan 1 hingga 2 tahun. Pasang kembali pin engsel pada tempatnya dan kencangkan engsel-engselnya.

Catatan: Menyesuaikan letak pin engsel pintu bermasalah akan sangat menyulitkan. Jadi sangat penting sekali untuk mencabut satu pin engsel untuk setiap pintu untuk satu kali pengerjaan. Bila telah selesai pasang kembali pin engsel tersebut pada tempatnya, baru diteruskan dengan menyelesaikan masalah pada engsel berikutnya pada daun pintu yang sama.

Info Produk: Waterproofing Lemkra

Produk waterproofing Lemkra terdiri dari 3 jenis produk yaitu: DS 105, FK 103 dan TG 301. Ketiga produk ini mudah diaplikasikan dengan scrap, kedap air, cement base yang membuatnya lebih menyatu pada beton serta lebih ramah lingkungan dan tidak beracun.

DS 105 Waterproofing

DS 105

  • Berfungsi untuk waterproofing pada dak permukaan beton, yang mampu menahan tekanan air hingga 5 bar (kedalaman 5 meter)
  • Untuk aplikasi pada dak beton, tulang beton, kolam renang, groun tank kamar mandi dan lain-lain
  • Mencegah kebocoran pada tulang beton, dak beton, tangki air, kolam renang, ground tank dan kamar mandi.
  • Mencegah rembesan pada dinding luar (outdoor)
  • Tahan terhadap air menggenang (tidak mengelupas)

Pengadukan : 1 kg DS 105 : 250 cc air
Daya Sebar : 3-4 kg/m2 (media rata)
Kemasan : Kantong 5 kg & zak 30 kg

FK 103 Flexible & Waterproofing

fk103

  • Untuk mencegah kebocoran pada daerah yang rawan retak (seperti pada wuwungan, sudutan, floordrain dan dak beton)
  • Untuk pemasangan keramik, granit, marmer dan batu-batuan (batu alam) pada media kayu, kaca, pelat besi dan area basah.
  • Mencegah retak antara dinding dengan kusen kayu, glassblock eksterior dan besi baja (WF)

Pengadukan : 1 kg FK 103 : 250 cc air
Daya Sebar : 5-6 kg/m2
Kemasan : Kantong 1kg, 5 kg & zak 30 kg

TG 301 Suplemen Cat Tembok

tg301

  • Sebagai campuran cat tembok agar kualitas cat menjadi lebih baik.
  • Sebagai lapisan dasar/wall sealer/precoat pada tahapan pengecatan, sehingga penggunaan cat lebih hemat dan dapat merekat lebih baik.
  • Sebagai campuran produk LEMKRA FK 101 sebagai waterproofing untuk pelapisan dinding dan dak beton.
  • Mengurangi retakan pada beton dan plesteran (campurkan pada adukan beton dan plesteran).
  • Sebagai campuran produk LEMKRA SC 114 untuk plamur (cairan perekat plamur)

Pengadukan : –
Daya Sebar : 8-10m2 / liter
Kemasan : 1 liter & 20 liter

Tips Mengebor Keramik Dinding

Sering kali kita harus menggantung peralatan seperti cermin atau rak piring atau sanitasi pada dinding kamar mandi atau dapur yang sudah dikeramik. Mengebor keramik merupakan pekerjaan yang sedikit sulit karena keramik merupakan bahan yang keras tapi gampang retak bila menggunakan teknik yang salah dalam mengebor. Ada baiknya untuk selalu mengebor pada bagian nat keramik daripada kepingan keramik. Namun bila hal tersebut tidak memungkinkan, maka Anda perlu mengikuti teknik berikut yang benar agar keramik tersebut tidak retak. Debu yang dihasilkan selama proses pengeboran dapat mengaburkan warna nat keramik oleh sebab itu mungkin Anda membutuhkan pembersih vakum.

Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  • Lakban kertas
  • Spidol
  • Mesin bor tangan
  • Mata bor keramik dan beton
  • Fisher

Berikut langkah-langkah pengeboran keramik dinding menurut DIY Quick Fix (Julian Cassell, et al), 2008, terbitan DK Publishing:Bor keramik1

  1. Tandai lubang yang akan dibor dengan spidol. Gunakan lakban kertas di atas tanda lubang tersebut – seharusnya tanda spidol akan masih terlihat jelas.Bor keramik2
  2. Masukkan mata bor untuk keramik ke mesin bor (pastikan mesin bor dalam keadaan mati). Bor keramik berbeda bentuknya dengan bor untuk beton. Bentuk ujung tombak berguna untuk menembus keramik dan memperbesar lubang sesuai dengan ukuran pada pangkal mata bor keramik (lihat gambar).Mata bor keramikbor keramik3
  3. Posisikan pembersih vakum di bawah tanda lubang dan nyalakan. Mulailah mengebor dengan kecepatan rendah dan menekan dinding keramik secara kuat. Penggunaan lakban kertas berguna sekali agar mesin bor tidak mengalami slip saat menembus permukaan keramik yang licin yang dilapisi oleh glasur. Teruskan mengebor dan tambah kecepatan bor secara perlahan hingga mesin bor menembus permukaan di bawah lakban kertas.bor keramik4
  4. Pada saat lubang keramik sudah tembus, gantilah dengan mata bor beton yang sesuai dengan ukuran sekrup yang hendak dipakai. Teruskan pengeboran hingga mencapai kedalaman yang diinginkan.bor keramik5
  5. Lepaskan lakban kertas dan masukkan fisher yang sesuai ke dalam lubang.

 

Sumber tulisan dan gambar: DIY Quick-Fix, Julian Cassell, et al. 2008, DK Publishing.

 

Tips Mengecat Rumah

Mengecat rumah merupakan salah satu pilihan tercepat dan terjangkau pada saat Anda ingin mendekorasi atau meningkatkan tampilan rumah Anda. Pengecatan yang baik dan cat yang bermutu tidak hanya akan menambah warna pada rumah tetapi juga akan mempengaruhi mood dan produktivitas Anda. Pengecatan yang baik dan benar juga tentunya akan meningkatkan nilai tambah pada harga jual rumah Anda.

panduan mengecat

Berikut beberapa tips pengecatan yang disesuaikan dengan klasifikasi pelarut cat. Perlu diperhatikan bahwa selama pengecatan, gunakan peralatan kerja seperti kuas atau rol yang sesuai dan bermutu dan juga untuk alat bantu keselamatan dan keamanan kerja seperti sarung tangan, kaca mata pelindung, masker dan sebagainya.

CAT TEMBOK (WATER BASED)

  1. Tahap persiapan merupakan faktor terpenting dalam pengecatan. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk menutupi daerah sekeliling area pengecatan termasuk juga handle pintu dan aksesoris lainnya dengan lakban dan koran atau kertas lainnya.
  2. Permukaan area yang akan dicat harus kering sempurna dan benar-benar bersih dari segala kotoran seperti: debu, minyak atau lapisan cat lama.
  3. Untuk sisa cat yang mengelupas, kupaslah secara merata dengan menggunakan kape atau amplas.
  4. Haluskan permukaan yang kasar dengan menggunakan amplas.
  5. Tutupi semua celah dan retak pada permukaan yang akan dicat dengan plamur.
  6. Pada permukaan area baru pasang cat dasar anti alkali atau wall sealer pada permukaan cat lama untuk mencegah tumbuhnya garam alkali dan sebagai perekat antara lapisan cat baru dan cat lama.
  7. Baca petunjuk secara teliti pada label kaleng cat.
  8. Aduk cat hingga warnanya merata.
  9. Celupkan 1/3 bagian pada kuas ke dalam cat.
  10. Untuk pemasangan cat lapis pertama, encerkan dengan air bersih kurang lebih 10% lalu aduk hingga rata sebelum dipasang sebagai lapis pertama.
  11. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lakukan pengecatan hingga tiga lapis, tunggu kering antara lapis pengecatan selama 1-2 jam.
  12. Urutan pengecatan yang benar: atap – dinding – jendela dan pintu – lantai

CAT BESI DAN KAYU (SOLVENT BASED)

  1. Permukaan area yang akan dicat harus kering sempurna dan benar-benar bersih dari segala kotoran seperti: debu, minyak atau lapisan cat lama.
  2. Jika berkarat, bersihkan menggunakan amplas atau cairan pembersih karat.
  3. Aplikasikan cat anti karat (zinc chromate) sebagai cat dasar (primer). Tunggu kering selama 4 jam sebelum dipasang cat lapis pertama.
  4. Untuk pemasangan cat lapis pertama, encerkan dengan thinner 10% lalu aduk hingga rata sebelum diaplikasikan ke permukaan.
  5. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lakukan pengecatan hingga tiga lapis, tunggu kering antara lapis pengecatan selama 1-2 jam.
  6. Jangan melakukan pengecatan pada saat cuaca buruk (hujan atau lembab) karena cat berbahan minyak membutuhkan waktu pengeringan.

Berikut cara cerdas untuk mengecat

  
Pengecatan dimulai pada area yang sulit dijangkau. Contoh: bagian tepi, sudut, tepian yang berbentuk ornamen dan area yang tinggi.

  
Pastikan sapuan cat dilakukan tanpa putus ketika mengerjakan salah satu area. Lakukan gerakan overlap (tumpang tindih) ketika pengerjaan dilanjutkan ke area lainnya.

  
Lakukan pengecatan searah dari atas bawah atau kanan kiri dan lanjutkan arah pengecatan yang sama untuk seluruh area. Jika menggunakan kuas ke arah bawah dengan satu tarikan yang halus dan merata

  
Pengecatan harus dilakukan 2 lapis atau lebih. Pastikan lapisan pertama telah kering dengan sempurna sebelum aplikasi lapisan selanjutnya

  
Selesaikan pengecatan lapisan pertama dengan mengecat setiap sisi dinding dalam satu ruangan sebelum dilanjutkan dengan pengecatan lapisan kedua.
Dari berbagai sumber tulisan

 

 

Teknik Pemasangan Plafon Gypsum (Bagian Kedua)

plafon gypsum

Pemasangan plafon gypsum sebenarnya tidak membutuhkan banyak keahlian khusus. Bahkan kesalahan pemasangan papan gypsum yang anda lakukan dapat dengan mudah ditutupi dengan penggunaan compound dan tape gypsum. Dalam memasang papan gypsum, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa Anda membutuhkan bantuan tenaga orang lain untuk membantu memegang papan gypsum pada saat pemasangan.

Berikut langkah-langkah pengerjaan pemasangan papan gypsum setelah rangka metal selesai dipasang. Anda bisa membaca cara pemasangan rangka metal pada tulisan saya sebelumnya: Teknik Pemasangan Plafon Gypsum (Bagian Pertama)

  1. Siapkan peralatan dan bahan yang Anda butuhkan untuk pemasangan seperti sekrup gypsum, pistol sekrup (screw gun) atau mesin bor, pisau cutter, siku tukang, compound gypsum dan tape gypsum.
  2. Tandai lokasi metal furing pada siku metal dengan spidol atau gunakan benang untuk mempermudah Anda menemukan posisi yang tepat saat mengencangkan sekrup gypsum pada metal dengan pistol sekrup. gypsum2
  3. Selalu memulai memasang papan gypsum dari sudut ruangan, sehingga papan bisa dipergunakan selembar penuh. Posisikan panel gypsum dalam keadaan menyilang dengan rangka metal furing.  gypsum5
  4. Bagian cekung pada tepian papan gypsum harus selalu dipasangkan bersama dan menghadap lantai. Hal ini berfungsi untuk penyambungan dua papan gypsum dengan menggunakan compound dan tape gypsum. gypsum6
  5. Bila anda menggunakan sekrup, pastikan kepala sekrup tidak sampai terpendam dan merobek lembaran kertas pelapis papan gypsum. Kepala sekrup ini nantinya akan ditutupi dengan lapisan compound dan tape gypsum.gypsum7
  6. Sekrup yang dipasang harus berjarak minimal 10mm dari semua tepian panel gypsum. Sementara jarak antar sekrup maksimal 150mm untuk yang berada  tepian panel dan 240mm pada sekrup tengah panel.Jarak sekrup
  7. Anda harus menopang panel gypsum agar stabil dengan memasang pertemuan dua panel secara zigzag sesuai dengan rangka metal yang telah dibuat. Oleh sebab itu cukup gunakan setengah lembar dari panel pertama untuk dipergunakan pada panel kedua.Cara pasang gypsum
  8. Teruskan pemasangan panel gypsum di seluruh ruangan dengan mengulangi langkah-langkah 1-7.

Pemasangan panel gypsum mengharuskan Anda untuk memotong papan gypsum. Berikut beberapa tips pemotongan papan gypsum:

  • Pada saat memotong panel secara vertikal, gunakan siku T, ukur dan tandai garis potongnya. Potong panel gypsum dengan cutter dari bagian tepi atas hingga tengah panel, lalu lanjutkan dari bagian tepi bawah menuju tengah.
  • Gunakan papan atau meja yang rata dan letakkan panel gypsum sehingga garis potongnya berada persis di atas tepian meja atau papan.
  • Patahkan panel dengan pelan ke arah bawah (lihat gambar). Kemudian gunakan cutter untuk memotong kertas pelapis panel gypsum. gypsum11
  • Untuk membuat lubang pada panel gypsum, dapat menggunakan bor putar (rotary drill) atau gergaji pembuat lubang kunci (keyhole saw).gypsum16

Sumber gambar dan tulisan:

  1. http://www.easy2diy.com/cm/easy/diy_ht_index.asp?page_id=35720181
  2. http://wm-site.com/civil-eng/metode-pemasangan-plafon-gypsum